Posts

pengertian dan sejarah pragmatik

PRAGMATIK   Definisi Pragmatik Definisi pragmatik yang paling tua ditemukan oleh Morris, pencetus pertama bidang kajian ini. Menurut beliau pragmatik adalah cabang semiotik yang mempelajari relasi tanda dan penafsirannya. Jadi pragmatik merupakan bagian ilmu tanda atau semiotik.    Sejarah dan perkembangan pragmatik Pragmatik merupakan bidang ilmu yang relatif bari meskipun di eropa  telah tumbuh pada tahun 1970 pertumbuhannya di amerika berkembang mulai tahun 1970an, pertumbuhannya di eropa di awali dengan pandangan morris 1998 tentang serniotik menjadi tiga bagian yaitu ·          Sintaksis Ilmu yang mempelajari tentang tentang tanda yang formal ·          Semantik mempelajari tentang reiasi antara tanda dan objek yang memiliki satu acuan yang tertentu ·          Pragmatik Ilmu yang mempelajari relasi antar tanda dan penaf...

Asal Usul Dusun Lubuk Lintang #Cerita Rakyat #Cerita Daerah #Legenda #Hikayat #Cerpen

Asal Usul Dusun Lubuk Lintang Dahulu kala, Desa Lubuk Lintang pertama kali ditemukan oleh Puyang Rio Bejebay yang berasal dari Muaro Seluma Pinang Belarik. Konon p ada tahun 1812 beliau menelusuri sungai (Batang hari Seluma) lalu menemukan desa tersebut dan menetap di sana selama tiga bulan . Seketika itu puyang pun teringat akan putranya di Pinang Belarik. Akhirnya ia putuskan untuk kembali ke sana dan menemui anaknya. Rupanya sungguh malang sang anak.   Ia tumbuh tak normal seperti anak biasanya. Konon sang anak ukuran tubuhnya tak jauh beda dengan seekor tupai.   Saat itu dilihatlah sang anak. Rupanya sang anak sudah dikelilingi banyak nyamuk. Hanya saja nyamuk-nyamuk tersebut sudah mati. " Wahai , anakku akan kuberi kau nama Sidik Kecil, ” ungkap Puyang Rio Bejebay. Ia menamai sang anak seperti itu karena ukuran tubuh yang   kecil , tapi masih mampu bertahan selama itu. Beliau lalu kembali ke Desa Lubuk Lintang. Ia membawa sang anak dan tongkat ajaib...

Kisah Si Pendekar Sakti Dari Lahat #Cerita Daerah #Cerita Rakyat #Hikayat #Cerpen # Bahasa Indonesia

Si Pendekar Sakti Dari Lahat   Pada zaman dahulu , hiduplah seorang pend e kar sakti yang bernama Serunting Sakti . Dia adalah an a k seorang pangeran dari Kota Lahat. Suatu hari, ia pergi ke suatu tempat untuk memperoleh ilmu kesaktian . Ditem ukan lah sebuah goa di Daerah Lahat . Gua tesebut bernama G u a Guntang. Serunting pun bertapa di sana kurang lebih selama dua tahun. Ketika itu terdengar bisikan ghaib. “Wahai kau yang tengah bertapa, Bertapalah engkau di sebuah rumpun bambu! Kau akan mendapatkan kekuatan luar biasa di sana,” jelas suara itu. Serunting k emudia n menuruti ucapan itu. Ia lalu mencari sebuah rumpun bambu dan bertapa hingga seluruh tubuhnya tertutupi oleh pohon bambu tersebut.   Sampai pada akhirnya ia mendapatkan sebuah kekuatan yang luar biasa, yaitu dapat mengubah apapun sesuai keinginannya. Ia lalu pergi mengembala . Dalam perjalanannya , ia melihat pepohonan . Serunting kemudian berkata, “ Wahai pohon berubahlah engkau menjadi bat...

Asal Usul Pakis

Asal Usul Pakis Pada zaman dahulu, hiduplah dua bersaudara perempuan di sebuah desa . Mereka hidup serba kekurangan dan tanpa orang tua. Keduanya pun tidak pernah tenang karena sang k akak selalu saja iri terhadap sang a dik . Hal ini karena sang a dik selalu lebih beruntung darinya. Sementara itu, o rang-orang di desa pun   selalu saja membandingkan keduanya. Sang adik dianggap lebih cantik, lebih baik, lebih sopan , dan lebih rajin ketimbang dirinya. Oleh karena itu, sang k akak selalu berusaha merebut apa yang menjadi milik s ang adik. Sementara Sang adik hanya bisa mengalah dan berdoa kepada Tuhan bahwa suatu hari nanti sang kakak akan berubah. Suatu hari, seorang pangeran tengah berjalan berkeliling desa.   Ia datang untuk mencari calon istri.   Tampaknya kedua bersaudara itu jatuh cinta pada sang pangeran. Hanya saja, sang pangeran terlihat lebih menyukai sang adik. “Lupakan pangeran! Kau tak pantas memilikinya! Cukup aku saja!” ungkap sang kak...

Kisah Dendam Sang Harimau

Kisah Dendam Sang Harimau Dahulu , d i tanah semidang Bukit Kabu hiduplah seekor harimau bersama anaknya di dalam hutan . Ia sangat menyayangi anaknya karena itu satu-satunya anak. Ia bukanlah sembarang harimau, namun harimau jadi-jadian. Suatu hari dia pergi berburu. Namun , saat ia mendekati kampung terdengar celotehan warga yang tengah ber cengkrama . "Wahai saudaraku, sebelum kita membuat beduk dan pentungan , kita harus menemukan kulit harimau terlebih dahulu, " ungkap ketua adat desa. Mendengar cerita itu , ibu harimau pun mulai ketakutan . Segera ia pulang ke sarang menemui anaknya. “Anakku, ibu pinta kau jangan keluar selama beberapa hari ini! Manusia-manusia sedang mencari kita di luar sana!” Sang anak pun mematuhi perintah ibunya. Di hari pertama sang anak mampu menahan diri untuk keluar, hari kedua sang anak masih bertahan di sarangnya, dan hari ketiganya sang anak sudah tak tahan lagi. Ia pun keluar dari sarangnya. Hingga pada akhirnya...

Kisah Batu Badak

Batu Badak Dahulu kala hiduplah seorang lelaki yang sakti mandraguna, di mana setiap ucapannya dapat menjadi kenyataan. Dialah Si Pahit Lidah yang hidup sebatang kara dan berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Hari itu dia berjalan dan tanpa sengaja ber temu dengan seorang nenek yang baru pulang dari ladang. Tampak keduanya saling melempar sapa, lalu kembali mengulang langka. Namun, seketika pijakan kaki lelaki itu terhenti. Ia lalu menoleh ke arah keranjang sang nenek. Rupanya tampak sehelai selendang cantik tergolek indah di dalamnya.  “Tunggu sebentar, Nek ! aku ingin bertanya . ” “ Apalagi? Hari sudah sore. Nenek mau pulang , ” jawab s ang nenek.  “Dari mana nenek dapatkan selendang itu? ” Sayangnya sang nenek tak me nghiraukan pertanyaan itu.   Ia tetap berlalu dan menghilang dalam gelap. “Awas saja! Akan kutemukan dari mana selendang itu berasal,” ucap batinnya. Akhirnya Si Pahit Lidah mencari si nenek dari satu desa ke desa yang...

Cerita Rakyat Padang Guci #Cerita Daerah #Cerita Rakyat #Hikayat #Padang Gucci

Cerita   Rakyat Padang Guci Dahulu kala , s uku Rejang mendiami wilayah selatan Provinsi Bengkulu atau lebih tepatnya wilayah Padang Guci saat ini . Suatu ketika , datanglah nenek moyang suku Pasemah yaitu Puyang Serunting Sakti dan Puyang Raye Tabing yang merupakan suami dari sepupu Serunting sakti sendiri. Mereka lalu menemui masyarakat suku Rejang.         “Ini tanah kami . Silakan kalian pergi dari sini ! ” ungkap keduanya.         “ Oh, tidak! Ini tanah kami ,” ungkap warga suku Rejang.           Tak lama mereka pun berpisah. Serunting sakti dan Raye Tabing pun berusaha memutar otak. Sampai pada akhirnya mereka menemukan sebuah ide. Mereka kemudian   diam-diam mengubur guci di Padang Kapung (salah satu tempat yang ada di desa Padang Leban). Tak lama keduanya mengambil sebuah tongkat bambu. Diisinya bambu tersebut dengan tanah dan air. Mere...